Rabu, 27 Juni 2018

Pemuda adalah Agen Perubahan? | Pingkan Podung


♫ “Masa muda sungguh senang
     Hidup penuh dengan cita-cita
     Dengan api yang tak kunjung padam
     Selalu membara dalam hati
 Refr.     Masa mudaku masa yang terindah
Masa Tuhan memanggilku
Masa mudaku masa yang terindah
Kutinggalkan semua dosaku”


Begitulah petikan syair lagu yang begitu familiar di kalangan anak muda.
Masa muda sungguh menyenangkan! Masa muda takkan pernah terulang.
Sesungguhnya, apa yang perlu kita lakukan di masa muda ini?

Mengingat pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Ada juga, “Bersusah-susah di masa muda, tertawa di masa tua.”

Bagi kita yang sedang menempuh pendidikan ataupun sedang meniti karir saat ini, pepatah tersebut akan menguatkan kita, bahwa perjuangan dan pengorbanan di masa muda takkan sia-sia.


Masa muda hendaknya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat kelak untuk dibawa dan dikenang di masa mendatang. Masa muda penuh dengan energi, kreativitas, juga inovasi.
Memaknai kalimat “Pemuda adalah agen perubahan”, sesungguhnya, perubahan seperti apa yang diharapkan dari para pemuda?

Sebenarnya, perubahan tidak dimulai dari hal besar, mulailah dari hal kecil (ingat perumpamaan tentang talenta?). Ketika kita diberi, 1, 2, atau 5 talenta, asalkan kita kerjakan dengan rajin, pasti akan berkembang. Jangan dipendam, jangan iri terhadap talenta orang lain, karena bukan tentang seberapa banyak talenta yang kita miliki, melainkan tentang kesungguhan hati untuk mengembangkan talenta yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.

When you feel you are alone, remember, God be with you. He will show you the way. And, keep doing what you believe. Keep being inisiative. Do what you can. Empower the community. Use your talents. Go ahead!
Foto: Saat latihan bersama anak-anak sekolah minggu, untuk mengisi pujian di GKII Tanjung Nanga, Malinau.
Sebenarnya saat itu adalah saat project penelitan bersama CIFOR-CSF.


Saya rasa, banyak contoh kecil dan sederhana dari apa yang dapat dilakukan oleh pemuda. Asallkan dilakukan dengan komitmen dan konsisten, pasti akan berdampak besar J
Contohnya saja (1) untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dimanapun kita berada, di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat-tempat publik, di jalan, di mobil, dan dimanapun kita berada kita berusaha membuang sampah pada tempatnya, bukan membuang secara sembarangan. Jika satu orang pemuda dapat menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya, dan rekan-rekan, dan orang di sekelilingnya kelak, maka lingkungan yang bersih bukan hanya mimpi belaka.

Begitupun (2) sikap antri. Di Indonesia khususnya, budaya antri ini perlu kembali dibangkitkan dan ditanamkan pada setiap generasi muda, untuk belajar lebih bersabar dan juga mendahulukan orang-orang-orang yang lebih memerlukan (memprioritaskan kaum disabilitas, kaum lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, dan anak-anak). Dengan begitu lingkungan yang tertib bukan hanya sebatas angan-angan. Respek terhadap sesama pun semakin terlihat. SABAR SHAAYYY~

Contoh lainnya, (biar genap 3x, seperti makan 3x sehari haha) yaitu (3) inisiatif. Jadi pemuda yang peka deh. Kalau dalam gereja, pemuda adalah tiang gereja. Penerus pemimpin-pemimpin jemaat di masa depan. Seharusnya, dengan dianugerahi energi dan kreativitas yang berlimpah pada masa ini, para pemuda menjadi penopang dalam pelkat-pelkat lainnya, mulai dari menopang adik-adik PA (Persekutuan Anak) dan PT (Persekutuan Teruna / remaja), dan menopang orang tua kita di PKP (Persekutuan Kaum Perempuan), PKB (Persekutuan Kaum Bapak), dan PKLU (Persekutuan Kaum Lanjut Usia). Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari pekerjaan konseptual hingga teknis-operasional, dan menjadi bagian pemuda. Namanya saja sudah Gerakan Pemuda, perubahan itu bergerak, sehingga dengan terus bergerak, akan menciptakan perubahan.
(Kita bukan Pemuda yang diam saja, yakan?)

Kalau dalam hal saling menyapa, dan salam, harusnya yang muda sudah memiliki inisiatif lebih dahulu untuk menciptakan sukacita di wajah-wajah keluarga kita ini.
Contoh untuk teknis-operasional, dalam berbagai kegiatan, kita juga bisa menjadi driver (a.k.a supir atau ojek) bagi mereka yang membutuhkan mobilitas yang tinggi, kenapa tidak?  (pemuda take over). Dan rasanya, inisiatif yang paling sulit dilakukan yang menjadi tantangan sampai saat ini, di setiap komunitas yang kukunjungi, ini menjadi tantangan luar biasa, yaitu ON TIME! Bahkan, IN TIME! Bagaimana sebagai pemuda kita memulai aksi ini, memulai tepat waktu, bahkan sudah siap sebelum waktunya (in time), bagaimana kita akan tetap datang ke suatu acara meski sendirian, bagaimana kita menepati janji dan menepati waktu yang sudah dijanjikan. (Kalau waktu aja belum bisa ditepati, apalagi mau menepati janji di depan Tuhan dan jemaat kelak? #asekkk ahh) :D
Jika kita tahu bahwa waktu itu berharga, kita harusnya dapat belajar menghargai waktu J
Akankah engkau berinisiatif melakukan hal-hal tersebut meski engkau sendirian? Meski situasinya sangat sulit? Meski rasanya engkau perlu mengorbankan kepentinganmu sendiri?
22 November 2016. Pingkan dan Ani Simbolon, bersiap-siap melakukan sebuah project sosial pribadi.
"Bersembunyi di balik masker", biarlah Tuhan yang menilai yang "tersembunyi" itu :)


Tak perlu hal-hal yang sangat besar, baru disebut sebagai perubahan. Melainkan kerjakan hal-hal kecil dengan kasih yang besar (kutip Mother Theresa). Juga seperti petikan syair di lagu favorit saya di Gita Bakti nomor 69, “Biarpun kecil dan sederhana, Tuhan dapat membuat jadi besar”.

Lalu, kaitannya dengan sub-judul, “--- Bukan hanya cover atau pecitraan.” ? yaitu, kita semua yang adalah kaum muda, yang sangat aktif dan terampil dalam dunia media sosial, hendaknya mewujudkan realita yang sesuai dengan apa yang kita tampilkan di dunia maya.
Bukan hanya sekedar menyuarakan slogan, tagar, ada mem-post-ing status, artikel, video atau gambar yang berisi ajakan dan seruan terkait topik tertentu,
alangkah indahnya, kita dapat mewujudkannya di dunia nyata, meski bermulai dari hal-hal kecil.
Sehingga, orang banyak juga tidak hanya senang berinteraksi denganmu di dunia maya, tetapi senang dan bersyukur bertemu denganmu di dunia nyata.
Ini juga jadi pengingat bagiku, Ping, jangan hanya hobi menulis di blog, tetapi take more action!


Me and all amazing youth in "Pelita Kasih" Sangatta #Salam #BiruBenhur :) Ready for great challenges.

Selamat mengisi masa muda yang indah dengan kegembiraan.
Masa muda, masa yang paling indah J

#SoliDeoGloria





Sabtu, 28 April 2018

[Dunia Musik] Mimpi. Percaya. Menerima. | Pingkan Podung

Ini sedikit mirip dengan motto-nya kak Agnes Monica (sekarang lebih dikenal sebagai Agnezmo) yaitu, Dream. Believe. Make it happen.
Ya, semua orang tentunya punya cita-cita, punya impian, dan percaya bahwa impian tersebut akan terjadi atau menjadi kenyataan.

Sesuatu yang saat ini belum kita lihat buktinya, tetapi masih kita harapkan, sesuatu yang terkadang itu rasanya terlalu tinggi untuk digapai, dan rasanya mustahil untuk diwujudkan...
Tetapi ketika kita telah menerimanya, what? cubit aku... apakah ini sungguh-sungguh nyata??

Ya, kira-kira begitulah gambaran ketika mimpi kita menjadi kenyataan. Sungguh bahagia tak terkira!
Bagiku, kebahagiaan itu dapat diperoleh dari siapa saja, kapan saja, darimana saja, dimana saja, dan bahkan di luar apa yang pernah kita bayangkan.
Dari hal kecil pun kita dapat memperoleh kebahagiaan. Bahkan seringkali kebahagiaan terdapat dalam suatu hal yang sederhana.

Berbicara mengenai prestasi, bukanlah sesuatu yang harus WOW atau luar biasa. Ketika kita dapat meraih mimpi kita, itu adalah sebuah prestasi. Dan prestasi terbesar menurutku adalah, ketika kita dapat melawan, melewati diri kita sendiri, yang orang lain bahkan diri kita sendiri ragu dan tak percaya untuk digapai, tetapi dapat kita lakukan dan wujudkan, di situlah letak prestasi.

Mungkin diriku adalah salah satu orang yang penuh imajinasi, mimpi, keinginan, dengan berjuta harapan untuk (kapan ya?) dapat mewujudkan itu semua. Apakah ini disebut muluk-muluk?
Ah, saya hanya berpikir bahwa, saya harusnya sangat bersyukur dapat memikirkan ide-ide yang mungkin tak menghigapi orang lain, bagaimana caranya saya mengingat dan menghayati, serta tetap percaya akan tujuan dari perwujudan mimpi-mimpi itu: Memuliakan Tuhan dan membuat orang lain bahagia. Itu. Suatu tujuan sederhana sampai saat ini aku mengejar mimpi-mimpi yang ada.

Kadang dalam perjalanannya tentu saya merasa letih, lelah, dan bahkan ingin keluar dari arena bersama diriku sendiri dalam meraih mimpi. Tetapi, tujuan itulah yang selalu membuatku bertahan dan meskipun hanya langkah kecil tertatih, tetapi saya harus membuat suatu perubahan dan kemajuan.

Banyak sekali, dua kali, tiga kali, maksudnya sungguh banyak keinginan yang kumiliki. Mungkin saat ini belum tergapai semua, tetapi saya percaya, Tuhan sudah menyiapkan rencanaNya yang indah, bahkan beyond my imagination.

Saya sering menulis mimpi-mimpi saya di dalam buku harian, dan dipanjatkan secara teratur dalam doa kepada Tuhan... di akhir doa, satu hal yang saya yakini JADILAH KEHENDAK TUHAN.
Jika memang mimpi itu datang dari Tuhan, pasti ada jalan dan akan terwujud di waktuNya yang tepat.

Salah satu mimpi yang ingin saya ceritakan di sini adalah tentang musik. Jujur, saya baru bisa memainkan alat musik saat SMA kelas 12.
Alat musik pertama yang bisa saya mainkan saat SD adalah rekorder sederhana nan murah meriah. Saat SMP kelas 8 saya meminta orang tua saya membelikan gitar (Rp150.000) kala itu, pikirku tidak apa gitar murah meriah, yang penting bunyi senar gitar deh, dan permintaan itu dikabulkan, saya senang sekali! Gitarnya berwarna biru. Tetapi saya malu untuk belajar dengan teman, takut dibilang sok... akhirnya hanya bermodalkan buku, saya mencoba bermain gitar.
Ini dia si Gitar Biru yang sekarang sudah uzhur :( Dulu setiap pulang sekolah, semangat sekali belajar gitar.
Lagu pertama yang saya mainkan adalah Di Doa Ibuku Namaku Disebut (nada dasar: C). Tetapi karena panduan di buku tersebut, bentuk kunci G adalah susah sekali, sehingga saya berhenti. (bahkan saya belajar stem gitar juga dari buku :D ). Karena 2 kali senar putus, dan saya tidak tahu di mana harus membeli senar gitar pengganti, saya hanya menyimpan gitar tersebut pada bungkusnya. (alasan yang sepele kan, malu bertanya, memang tidak akan maju-maju). Pikirku, nanti kalau sudah master, baru tunjukin main gitarnya hahaa


Sekitar 4 tahun vakum, akhirnya saya memulai membuka bungkus gitar tersebut pada tahun 2012, di akhir masa sekolah di SMA karena ada penilaian seni budaya. Saat itu di kelas, berbondong -bondong teman-teman sekelas belajar gitar. Nah, jadi inspirasi pingkan kenapa gak coba belajar sama teman kan lebih asyik. Di samping itu, gitar biru ini menjadi pelopor vokal grup evangelion dalam tour puji-pujian di gereja-gereja di Sangatta.

Dulu kita rajin banget latihan vokal grup setelah pulang sekolah, gaes #Evangelion :"

Ini saat gladi bersih, sebelum tampil di GPIB. (bersama si Gitar Biru)
Setidaknya, bagiku yang belum lancar main gitar saat itu, dengan bisa memakai gitar untuk keperluan tim vokal grup yang sudah keliling kemana-mana di Sangatta, adalah sebuah kebahagiaan kecil tersendiri :) Jadi apa yang kita punya, bagikanlah kepada orang lain. Itu yang namanya jadi berkat.

Karena pingkan tidak ingin bergantung pada gitaris untuk mengiringi nyanyi, akhirnya saya berkeras untuk belajar memantapkan permainan gitar ini. Supaya bisa nyanyi sambil main gitar gitu.
Hingga memberanikan diri, menyanyi solo di gereja dengan gitar, tetapi karena grogi, jadinya salah chord, gitar fals, lupa lirik, dsb... sekitar 3 kali penampilan penuh kesalahan ini dan itu, namanya proses pembelajaran :D kalau ingat-ingat awal-awal masa belajar gitar dan bernyanyi di depan jemaat rasanya..... :D

Ya, seiring berjalannya waktu, saya bisa semakin mantap belajar gitar karena diajarin oleh pak Christian Turangan (musisi andalan di gereja, my mentor, my idol, my teacher, my motivator, my inspiration, my banyak laah)

I promise, the first thing I'll do with every gift that I got, I will play it for glorifying Your Name, in Your Holy House :)
Dalam perjalanan selanjutnya, saat kuliah di Samarinda saya belajar bermain gitar untuk mengiringi ibadah-ibadah PT, sektor, apalagi saya dapat endorsed gitar dari musisi andalan Youthcoustic (sebuah band acoustic khusus Eben Haezer Samarinda) yaitu Mas Bima yang dengan kebaikan hatinya meminjamkan gitar akustiknya padaku dan (akhirnya biola juga) :D

Ditambah, dapat kado gitar warna pink di ulang tahunku yang ke-21 saat paskah 2016, bahagia sekali, impian memiliki gitar sendiri terwujud! Puji Tuhan :)

*********************************************************************************
Itulah kisah gitar yang cukup panjang, kita lanjut ke kisah berikutnya :D

Berkaitan dengan keyboard, dulu... tak pernah terpikirkan padaku untuk dapat belajar keyboard...
Awalnya oleh kebaikan hati kak Dhisa Aipassa, yang memberikan les gratis organis, saat pingkan kelas XI, dengan satu syarat: pakai kemampuan ini untuk pelayanan ya... Dulu sempat latihan beberapa kali pertemuan, namun karena terbatas kegiatan sekolah akhirnya sempat berhenti.
Lalu, pada saat bamboong alias pengangguran pasca SMA sembari menunggu pengumuman kuliah, pingkan rajin ke gereja untuk latihan musik (organ yang ada di gereja), ditambah juga pengetahuan baru oleh pak Christian (pingkan belajar gitar dan keyboard darinya).

Sekitar tahun 2014, tepat seminggu sebelum mengikuti karantina pertukaran pemuda Indonesia-Kanada, pingkan beranikan diri menjadi organis di gereja. (Permainan pertama pun belum sempurna, karena masalah sound). Tetapi, that's it! Bagian dari perjalanan.
Bersyukur, banyak orang-orang di sekitar kita yang Tuhan pakai jadi berkat, yang memberikan kita kesempatan untuk mengasah potensi kita, dan juga yang selalu mendukung kita untuk terus maju, yang selalu mengacungkan ibu jarinya ke atas ketika kita merasa seharusnya ke bawah.

Seseorang yang selalu mendukungku untuk terus belajar bermain organ di gereja. #BelovedPapi

Sampai saat ini, puji Tuhan pingkan dipercayakan menjadi salah satu organis di gereja. Dan, itu adalah salah satu mimpi jadi kenyataan. Jika dulu saat masih kecil hanya dapat memandang dengan kagum para pemain organis di gereja, namun kini Tuhan berikan kesempatan itu. Bahkan lebih! Di manapun kita dapat bermain alat musik ini di setiap kesempatan yang ada. Sungguh terima kasih Tuhan ^_^ #BeyondDream

*******************************************************************************
Itu kisah singkat tentang keyboard ya. (meskipun masih sering pakai transpose hihii) terus belajar!
Yups, ke alat musik favorit pingkan berikutnya...
Jadi, pingkan punya banyak impian... untuk dapat memainkan alat musik, baik klasik maupun tradisional. Puji Tuhan dibukakan jalan untuk menyentuh alat musik itu dan kesempatan memainkannya.


Dulu, alat-alat musik ini hanyalah mimpiku saja, dengan pertanyaan, "Kapan ya bisa memainkannya?"
Namun, jika ada keinginan, pasti ada jalan. Jika ada kemauan, pasti ada menemukan kesempatan. Kita bisa memainkannya, karena proses LATIHAN!

Seperti beberapa alat musik ini, dulu hanyalah mimpi untuk dapat melihatnya secara nyata dan menyentuhnya, tetapi sekarang mimpi itu sudah menjadi kenyataan, meski harus berjuang bertahun-tahun untuk mewujudkannya.

Kolintang alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara... dahulu saya adalah penghayat setia jika ada kolintang dari Bontang isi puji-pujian di gereja, dan saya kembali diberi kesempatan saat masa akhir kuliah di Samarinda bersama ibu-ibu PINKAN (Persatuan Insan Kolintang Nasional) Kalimantan Timur, terima kasih bisa diberi wadah untuk belajar bersama.
Tebak, di antara ibu-ibu cantik ini, dimanakah Pingkan? :D
Beruntung, sekarang bisa menjadi bagian dalam keluarga grup Kolintang Kawanua Kutim ^_^ ciao!


Sampeq, dahulu alat musik ini hanya untuk keperluan sesi foto Putri Pariwisata, namun dibukakan jalan untuk dapat belajar, dengan beberapa musisi andalan Kutim dan Kaltim yang sering pentas ke mana-mana.

Pertama kali main Sampeq di gereja, untuk lagu "Amazing Grace" mengiringi perpisahan Pdt. Santino Manoppo. Aaaah :(

Dan, yang terbaru, biola!!! Alat musik yang sangat kuidamkan (selain Saxofon dan Sasando) yang setelah bertahun-tahun, akhirnya dipinjamkan oleh Mas Bima untukku belajar. Sudah hampir 2 tahun ini, belajar melalui video di Youtube.


I will give my best for you, my beloved people and region!


Permainan biola bertama adalah saat mengisi pujian bersama adik terkasih Rike, lagu pertama yang kita mainkan adalah lagu "You are My All in All" :) dengan proses latihan menggesek yang tidak mudah...


Dan, sedikit banyak kemampuan bermusikku dipengaruhi oleh ini, Youthcoustic, saat kuliah di Samarinda dan bergabung dalam jemaat Eben Haezer, pingkan dapat mengeksplore kemampuan musik bersama mereka...

I miss YOUTHCOUSTIC a lot!!!

Saat ini pun, saya bukanlah seorang master dalam bidang alat musik. Dapat melihat secara nyata, menyentuh, bahkan belajar memainkannya adalah suatu mimpi yang jadi kenyataan bagiku.
Melalui alat musik, dan permainan yang sederhana kita memuliakan namaNya melalui setiap puji-pujian yang dinaikkan, menciptakan lagu yang bisa jadi berkat bagi orang lain, dan hampir lupa... musik tidak hanya sebatas alat musik buatan manusia, ada instrumen musik paling natural yang dimiliki, yaitu suara mahluk dan komponen alam semesta yang luar biasa indah!
Menggunakan suara kita untuk menghibur yang sedih, menolong yang kesusahan, atau bahkan dengan petikan a little "happy birthday" mengasilkan senyuman kecil di raut wajah orang yang kita sayangi.

Membuat orang lain bahagia dengan musik, itulah impian kecilku.


Teruslah bermimpi, percayalah bahwa itu akan menjadi nyata, maka kita akan menerimanya.
Dream, believe, receive it.


#SoliDeoGloria


Next Post : Pemuda adalah Agen Perubahan














Selasa, 20 Maret 2018

Tuhan adalah Kekuatan Kita | Pingkan Podung

Banyak hal yang telah terjadi dalam hidup kita
Di dalamnya, kita belajar
Bahwa berbagai manusia, situasi dan kondisi dari lingkungan telah
membentuk kita sebagai mana kita saat ini.

Kita tidak mengetahui, apa maksud Tuhan menempatkan kita di mana kita berada saat ini
Apa rancangan-Nya dalam kehidupan kita
Satu hal yang pasti, Dia merancangkan hal yang mendatangkan kebaikan!

Kita belajar banyak hal.
Ketika kita punya harapan dan impian yang sedemikian tinggi,
namun belum kunjung meraihnya, ataupun harus melewati kegagalan..
Kita belajar arti menerima dengan ikhlas
bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia
Itu akan mengasah mental kita menjadi lebih kuat
Ternyata, Tuhan pun menyediakan hadiah di masa depan yang bahkan di luar bayangan kita sebelumnya

Begitu pun dengan hal-hal yang menyakitkan
Perih, duka, air mata, penderitaan
Rasanya, ingin saja pergi dari dunia ini! Tetapi kita tak bisa...
Waktu kita bukan waktu Tuhan...
Dia ingin mengasah dan memurnikan kita seperti emas
Bukan saja karena perapian yang memurnikan emas itu,
tetapi Sang Pemurni itu sendiri yang memegang kendali
Bersyukurlah kita berada di tangan Sang Pemurni yang tepat

Kadang kita berjalan, kadang kita berlari, bahkan kadang kita tergopoh-gopoh
Tetapi teruslah maju
Teruslah melangkah maju

Tak ada pilihan lain
tak ada pilihan yang membuat kita menyerah
Yang ada hanyalah, mengingatkan kita untuk berserah

Apapun pergumulan dan persoalan yang sedang kita alami saat ini
Ingatlah betapa beruntungnya kita dapat melewati persoalan sebelumnya
Ingatlah betapa dahsyat Tuhan yang menyertai kita sampai saat ini
Kita masih bernafas!
Kita masih dapat menjalani hidup ini

Badai pasti berlalu. Segala sesuatu ada masanya.
Air mata akan digantikan dengan sukacita yang tak terkatakan

Bagi yang saat ini, sampai saat ini menantikan jawaban Tuhan
yang merasakan, ah tak kunjung menemukan jalan keluar
jangan putus asa! putus asa bukan pilihan!
Ingatlah, ada Tuhan yang bersamamu dan menguatkanmu
untuk menghadapi setiap tantangan
Jangan takut, Tuhan selalu bersama dengan kita :)

Ketika kita mengandalkan diri kita sendiri, kita tidak akan sanggup.
Ketika kita mengandalkan Tuhan, Dia yang akan memampukan kita.

Salah satu cita-citaku sejak kecil, yang sampai saat ini, masih terlintas di benakku.
Seperti gambar di atas, sejujurnya itu adalah cita-citaku sejak kecil. Menjadi hamba Tuhan dengan melayani jemaat.
Hmm... kita gak tahu ya, tugasku saat ini ikut jalan dari Tuhan
Terus berdoa dan berusaha.
Setiap jalan yang terbuka di hadapanku, kuikuti dan biarlah Tuhan yang pimpin.

"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya:"
Mazmur 37:23

PadaNya, kita berserah, berharap, bergantung.
PadaNya, ada damai sejahtera. Yang meskipun di tengah ombak yang mengamuk,
Dia yang menenangkan.

Sumber Kekuatan yang tak tertandingi, Dialah Allah yang Mahatinggi!
#SoliDeoGloria

Read Another Post : Selamat Datang di Rimba Sesungguhnya

Selasa, 27 Februari 2018

Selamat Datang di "Rimba" yang Sesungguhnya | Pingkan Podung

Sudah hampir 4 tahun, sejak terakhir saya mengunggah tulisan saya di blog ini. Begitu banyak hal yang telah terjadi. Hampir 4 tahun itu bukanlah waktu yang sebentar, namun cepat berlalu. 
Buktinya, sekarang saya baru sadar bahwa saya semakin tua hihi 

Singkat cerita, setelah saya begitu antusias mengikuti MCU di Jakarta pada Juni 2014, saya dan rekan rekan Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada 2014/2015 berangkat ke Kanada, pada tanggal 07 Oktober 2014. Kami 50 orang pemuda pemudi wakil Indonesia, terbagi menjadi 5 kelompok di 5 tempat dan 3 provinsi yang berbeda.
3 bulan di Kanada membuat rangkaian sejarah di hidupku. Aaaa sungguh senang sekali bisa mendapatkan pengalaman ini. Semua cerita dan peristiwa selama di sana, saya tulis dalam jurnal pribadi (saya berharap suatu saat dapat menulis buku :D) awalnya ingin menulis di blog ini, namun tidak sempat.
Berikut ini beberapa gambar yang menggambarkan sukacita yang luar biasa yang saya dan rekan-rekan alami selama di Haida Gwaii, British Columbia, Kanada.

 Ini saat kami pertama kali bertemu di Vancouver Airport. All Indonesian and Canadian in Haida Gwaii group!

Keluarga angkat yang sangat kurindukan :) Dad Jason, Mom Verena, adik Geneva, dan bayi Sadie. (Sekarang mereka sudah tumbuh besar pastinya)
Background: Patung, seni pahat suku Haida

Ini ketika tim kami melakukan Mid-Project atau refreshing tengah program di East-Beach-Trail, Naikoon Provincial Park, BC. Hutannya kaya di film Harry Potter, khas hutan hujan subtropis dengan lumut yang tebal, terasa sekali.
Ini adalah cuplikan video pingkan berlibur bersama keluarga angkat ke Tow Hill.


Ini adalah video pingkan bersama rekan-rekan 1 tim dari Indonesia untuk memperingati hari Pahlawan di Kanada :)

Kami kembali ke Indonesia pada tangal 04 Januari 2015, juga dengan cerita yang tidak terduga. Karena pesawat yang kami tumpangi mengalami penundaan penerbangan selama satu hari, kami seperti mendapat hadiah yang sungguh istimewa dalam hidup kami selama di sana, yaitu menikmati SALJU! Hal tersebut yang mengganggu aktivitas warga masyarakat bahkan penerbangan pun dibatalkan. Hari terakhir di sana takkan terlupa!


Salah satu hari terbahagia dalam hidup :)

Menyambut fase berikutnya yaitu fase penempatan pemuda selama kurang lebih 3 bulan di Jambi, dari Januari hingga 15 Maret 2015. Pengalaman ini juga tak kalah seru, karena secara pribadi saya senang sekali bisa kesana, karena itu adalah doa saya, untuk bisa mengunjungi pulau terbesar di Indonesia selain Papua dan Kalimantan, yaitu Sumatera!
Dengan budaya melayunya, saya belajar banyak hal. Dari program pertukaran ini, hal yang paling saya syukuri adalah saya bertemu dengan rekan-rekan satu tim yang luar biasa, keluarga angkat yang penyayang, dan masyarakat yang sangat hangat menyambut kami. Itu yang membuat kami bahagia dan betah. Sampai-sampai di Kanada, berat badan saya naik hingga 8,5 kg!
Ini nih cuplikan kebahagiaan kami di Jambi...

 Liburan bersama keluarga angkat Kebun Raya Jambi...

Pingkan - Madie - Ibu - dan Kak Andien <3

Naik sepeda bertiga di Candi Muaro Jambi


 Saat itu heboh selfie, dengan tongsis kak Wawan :D Kak Nila, Nisa, Cyntia, Ibu dan Bapak. Kami rindu! (Dalam bahasa Jambi, kami artinya saya)


Di Mid-project fase Indonesia, kita berkunjung ke kebun teh di kawasan pegunungan Kerinci.
Bersama kak Dylss yang sekarang sah menjadi belahan jiwanya kak Andien dan Laura :) #PertukaranPemuda membawa cinta...
Bersama anak-anak sekolah dan ibu-ibu guru di Desa Muaro Pijoan, Jambi dalam seminar pupuk kompos dan pola hidup bersih dan sehat.

Selepas Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada, saya kembali ke Samarinda untuk melanjutkan kuliah saya yang tertinggal. Rasanya saya terbangun dari mimpi indah. Realitanya, saya mengejar matakuliah semester 6 yang hampir 2 bulan saya absen, plus semester 7 nya saya harus mengambil matakuliah semester 5 bersama adik tingkat, dikarenakan pada semester 5 saya mengambil cuti kuliah.

Oia, sedikit flashback... Tuhan kasih kado yang luar biasa untukku.
Pada tangal 09 Januari 2015 saat pingkan masih di Jambi, ternyata pingkan dapat penghargaan sebagai Mahasiswi Teladan Kalimantan Timur oleh Gubernur Kaltim, Bpk. H. Awang Faroek Ishak.
Plus, bulan Mei 2015 pingkan dipercayakan kembali mewakili Fahutan dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UNMUL 2015, dan saat itu Fahutan meraih juara 1. 
Puji Tuhan! ^_^

Ini cuplikan video Mahasiswa Berprestasi UNMUL 2015 yang pingkan buat sebagai syarat untuk ke tingkat nasional. Mengangkat kearifan lokal suku Dayak Wehea terhadap pelestarian hutan dan budaya.


Tentunya ada tanggung jawab yang lebih besar yang diberikan saat kita dipercayakan untuk meraih penghargaan tersebut. Itu lebih dari nama. Itu lebih dari label. Itu lebih dari figur model. Itu lebih dari piagam yang dipajang. Tanggung jawabnya, sangatlah besar.

Tentunya, selama 2015-2016 banyak suka duka yang pingkan alami. Namun saat ini, pingkan percaya bahwa itu bagian dari rencana Tuhan yang sungguh indah, yang pada akhirnya setiap proses pahit, dan menyakitkan harus kita lalui, untuk sebuah tujuan yang membawa kebaikan.
Dengan segala bumi gonjang-ganjing, gunung-lembah-arung jeram-ombak menggelora akhirnya saya tiba di penghujung studi saya di Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman untuk mengerjakan skripsi.

1 bulan penuh di Bulan Desember 2016 + hampir 1 bulan di Bulan April 2017, saya melakukan penelitian skripsi di Desa Nehas Liah Bing, Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur. Saya juga meliput Lom Plai (bahasan Lom Plai ada di halaman blog saya “Art and Culture”).

Bith - Baq - Alya - Deang - dan Hing : adik adik gemesh yang ngangenin :)
I am proudly happy to part of this family, Mr. Ledjie Taq family ^_^

Pelayanan bersama Pak Pdt. Yokanan Nugroho, Erwan, Yehezkiel, dan Vik. Naya ke GPIB Pospelkes Imanuel Batu Ampar. Wonderful trip! Selama penelitian, bisa pelayanan juga :)

Belum lengkap kalau penelitian di masyarakat Dayak Wehea, kalau belum ke Hutan Lindung Wehea. Pengalaman pertama kali dan menyenangkan sekali!!! Bersama kak Leyun yang cantik dan 2 adik Hong.
Dengan perjuangan penelitian, pengolahan data, konsultasi dan revisi... akhirnya, 19 Juni 2017 di hari yang mendebarkan dalam hidup, saya dinyatakan lulus oleh para Pembimbing dan Penguji Skripsi. Puji Tuhan!
Akhirnya S.Hut! Yeiiii bayangkan berapa lama diriku memendam keingingan mendalam untuk segera lulus di saat teman teman dan sahabatku semua sudah di wisuda, dan kerapkali diriku ditanya, Kapan Lulus? XD yang lulus kuliahnya 5 tahun ke atas pasti mengerti rasanya haha

Puji Tuhan ^_^ My PINKY DAY Love Love LOve

23 September 2017, adalah hari yang ditunggu-tunggu... yaitu jeng, jeng, jeng, jeng...
WIS-UDA !!!
Tiga kata yang mewakili semua pengalaman ini, TERIMA KASIH TUHAN.


HAL YANG PALING BAHAGIA ADALAH KETIKA KITA MELIHAT ORANG YANG KITA CINTAI BAHAGIA.

Nah sekarang kita masuk dalam inti dari tulisan ini ... (tadi baru pengantar) :D yaitu proses selanjutnya setelah kita lulus kuliah. Ternyata tidak mudah pemirsa... (Yang sudah wisuda, tetapi masih bergumul mencari pekerjaan mana suaranya~~~)
Setidaknya kita bersyukur sudah lulus, sudah tidak perlu bayar SPP dan kost dan biaya hidup selama ngampus. Namun, tantangannya belum selesai.

Saya sedikit berbagi pengalaman, saya banyak kali gagal dalam mencari pekerjaan. Saya sudah mengirim beberapa lamaran pekerjaan baik melalui email maupun hardcopy, dengan berbagai jenis tipe pekerjaan, dari admin sampai CSR maupun Safety Officer... namun tak kunjung ada hasilnya. Itu juga menjadi pergumulan. Tak kunjung ada informasi balasan maupun panggilan. Dari perusahaan kayu, perusahaan tambang batu bara, perusahaan kelapa sawit, perusahaan alat berat, sampai di pemerintahan pun saya coba semua.

Bulan Oktober awal sampai ke Banjarmasin untuk ikut tes CPNS, hanya kurang 1 soalllll lagi saja yang benar untuk bisa lolos, saya GAGAL. Pulang dengan, MENANG-is *peace :D #tapi berusaha tegar aja lagi yaaa
Saya coba untuk ikut program PKH tenaga kontrak rekrutan Kemensos RI (jujur sebenarnya ikut ini hanya opsi pilihan) – bahasa gaulnya, coba-coba berhadiah :D , puji Tuhan diterima J
1.       Akhir Oktober 2017 mendaftar via Android.
2.       12 November 2017 ikut tes tertulis (psikotes) di Bontang.
3.       02 Desember 2017 pengumuman.
4.       18 Desember 2017 batas akhir registrasi.
5.       Sambil menunggu, beberapa kali koordinasi ke Dinas Sosial di Bukit Pelangi, Sangatta.
6.       29 Januari 2018 secara resmi hari pertama turun bekerja ke Lapangan J
7.       02 Februari menerima SK resmi dari Kemensos per tanggal 05 Januari 2018.

Suasana ruang tes di Oak Tree Hotel, Bontang.

Bayangkan dari waktunya saja, menunggu itu tidak mudah. Hampir 3 bulan menunggu dalam “ketidakpastian”. Apakah benar saya resmi diterima? Kapan saya mulai bekerja? Dan berbagai pertanyaan lainnya, yang secara profesional kita ajukan sebagai pekerja resmi pemerintah.
Pasti ada pergumulannya lah ya. Dan saat tulisan ini ditulis, hampir 1 bulan saya bergabung dalam keluarga Pendamping Sosial – Program Keluarga Harapan (PKH) penempatan Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Untuk tahun rekrut 2017 saja, ada sekitar 16.000an Pendamping Sosial baru yang direkrut Kementrian Sosial RI sebagai tenaga kontrak untuk melayani masyarakat kurang mampu, yang disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hari pertama bekerja yeiiii

Sangatta Utara Squad! Mbak Suci - Mas Zul- Mbak Saidah- Mbak Mona- dan kak Zaitun. Semangat :)

Keliling sangatta sampe ke pantai Kenyamukan dengan kak Zaitun :D


Bagiku yang berlatar belakang Jurusan Kehutanan, dunia kerja ini adalah belantara yang sesungguhnya. Dimana saya belum tahu pasti keadaan lapangan, dinamika masyarakat, dan berbagai hal yang perlu menjadi bekal untuk melaksanakan tugas dan amanah ini. (doakan supaya lancar dan segera dapat Bimbingan Teknis ya) supaya semakin diperlengkapi dalam menjalankan tugas.
Saya tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Tugas saya adalah terus belajar, memberikan yang terbaik, dan lakukan bagian saya.
Bukan kebetulan Tuhan menempatkan saya di sini. Ingat sejak semula pingkan memutuskan kuliah di Samarinda, tekad setelah lulus adalah kembali ke Sangatta, dan mengabdi untuk Kutai Timur. Berharap bisa bekerja dan melayani di Sangatta. Dan, Tuhan sudah mengabulkan doamu, Ping!
Tuhan yang mengutus, Tuhan juga yang akan menyertai.
Mengingat doa dan dukungan dari orang-orang terkasih di sekitarku, itulah yang menguatkanku hingga saat ini.

Ada, seseorang yang pernah berkata padaku, nanti kelak jika kamu bekerja di pemerintahan, yang mana gajinya berasal dari negara (pajak masyarakat), maka dari itu harus berikan yang terbaik buat negara kita! Jangan telat-telat ngantor dan jangan malas-malas hihi :D
(jadi Pendamping Sosial itu tugasnya turun ke masyarakat, jadi jarang ngantor) *oopssss :D

Siap, komandan! Semangat!!

Selamat datang di dunia kerja.
Pengalaman pertama, takkan pernah kulupa.
Bekerjalah dengan tulus, jujur, dan setia.
Muliakanlah nama Tuhan dimanapun kamu berada.
Selamat berkarya dengan aksi yang nyata!
Hingga semua orang tahu, kau bekerja hanya untuk #Soli Deo Gloria.
Tuhan memberkati kita semua.

Welcome to the real “Jungle” :D

#SoliDeoGloria
#PKH
#PendampingSosial

Read another post : The Gade #1

Minggu, 06 Juli 2014

MCU Experience on ICYEP 2014 | Pingkan Podung



Yayaya, kali ini pingkan mencoba untuk menulis lagi eh maksudnya sih mengetik... ntah mengapa tergerak untuk melakukannya, di waktu bulan ramadhan, 3 Juli 2014 pukul 11.44 p.m. belum ngantuk, soalnya tadi tidur siang hehee ditemani dengan lagunya Glenn Fredly, rasanya bahagia sekali hari ini.

Nah langsung saja, hari ini pingkan tergerak untuk menceritakan kisah 3 hari pengalaman saat menjalani MCU di Jakarta dan bertemu kandidat ICYEP Indonesia-Canada Youth Exchange Program 2014 ^_^ pingkan senang sekaliiiiiiiiii
Yah, walaupun awalnya agak sedikit kecewa karena pingkan harus ke Balikpapan seorang diri... dengan uang saku 800ribu dari dispora kaltim (sudah bersyukur banget) dan pertama kalinya naik bus hehee ke terminal sungai kunjang. Ada masalah kecil sebelum pingkan berangkat pukul 8 pagi kurang ke terminal dan diantar oleh fania, rantai motor pingkan longgar L mungkin karna jarang diservis. Puji Tuhan Ia mengutus malaikatnya melalui seorang bapak (orang Timor) yang awalnya pingkan kira beliau adalah om-nya fania, menolong kami di jalan kala itu ... kami harus menggerek motor sejauh kurang lebih 20 m untuk berbalik arah mencari bengkel. Terima kasih fania dan om, karena sudah menolong pingkan dan mem-back-up semuanya sehingga pingkan langsung cusssss ke bus. Ternyata pingkan penumpang terakhir. Betapa beruntungnya diriku. Dalam perjalanan ke Balikpapan pingkan duduk di kursi yang paling depan. Wah melihat keadaan lingkungan sepanjang perjalanan. Hanya mendengarkan supir bus dan kernetnya sedang berbicara dan sesekali pingkan tertidur hahaaa ongkos bus kala itu adalah 32ribu rupiah. Busnya berAC dan menurut pingkan elit!
Lalu pingkan akhirnya sampai di terminal batu ampar Balikpapan. Tadaaaaaa!!! Sempat menunggu lama untuk dijemput oleh kak Mustakim, pingkan duduk di sebelah mbak yang sedang menunggu kendaraan umum yang mau mengantarnya menuju pelabuhan dan akhirnya ke PPU. Semoga selamat sampai tujuan mbak! Oia, pingkan nawarin mbaknya permen tapi mbaknya gak mau, pingkan pikir mungkin dia curiga dengan pingkan sebagai orang asing. Tetapi pingkan mencoba untuk berpikir positf, mungkin dia sedang berpuasa atau alergi permen kali yah hehee dan akhirnya pingkan dijemput oleh kak Mustakim dengan mobil Honda Jazz warna biru mudanya. Kak mustakim menjemput kakanya terlebih dahulu lalu mengantar kami ke bandara sepinggan Balikpapan. Di bandara sepinggan, telah check in dan sebelum masuk ke ruang tunggu, kami sempat berfoto bersama, untuk pingkan apdet di BBM, lalu kami menunggu kurang lebih 1 jam sebelum keberangkatan. Ya, tiba saatnya naik pesawat Lion Air! Kami banyak bercerita... ya, kami mendapat nomor kursi kedua terakhir yakni nomor 38E dan 38F, pingkan di dekat jendela :p
Pingkan dan Kak Mustakim sebelum menuju ruang tunggu, terminal baru Sepinggan International Airport, Balikpapan. Mantap banget, layak disebut sebagai Bandara yang berstandar Internasional!!! *Ayo datang ke Kalimantan Timur melalui bandara Sepinggan :)

Heheee seperti biasa, pingkan tidur deh di pesawat. Tak beberapa lama setelah bangun, wah sudah sampai di Jakarta! Turun di terminal kedatangan 1C Bandara Soekarno Hatta. Janjian dengan kak Jeffry – Banten untuk bertemu di Solaria. Hehee sempat miscommunication untuk mendapatkan pos Red Corner yang belum pernah pingkan lihat sebelumnya .__. Bayangkan dari terminal kedatangan 1C pingkan dan kak mustakim harus pergi ke terminal keberangkatan 1A untuk mencari si Solaria itu -_- ternyata kami harus kembali beberapa saat, dan akhirnya bertemu dengan kak Jeffry :D wah, kak jeffry lebih besar dari yang di foto hahaaaa
Deg deg deg deg ... kami akan bertemu dengan kandidat yang lainnya ? pingkan sediki nerveous eh. Sudah sampai di solaria yang dimaksud, sudah ada kaka aii-banten, kak ewis-papua, dan kak gilang-jawa barat yang menunggu kami. Senang bertemu dengan mereka ^_^ kak aii dan kak ewis sangat kaget kalau pingkan itu tinggi besar .-.
Lanjut ngobrol bla bla bla sampai hafal dengan kata2 kak jeffry, “Tidak ada se-jengkal tanah pun wilayah Bandara Soekarno-Hatta bagian dari Jakarta. Selamat datang di Banten!” hahaa kesan pertama pingkan, kak jeffry itu menyenangkan dan lucu banget ^^ satu per satu hingga pingkan tidak bisa menyebutkannya satu per satu berdatangan kandidat dari berbagai daerah lainnya. Dan suasana serta ruang di solaria semakin memanas dan bergemuruh hahaa
Ini dia kami berkumpul terlebih dahulu di Solaria, depan Red Corner, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sebelum ke Hotel Pitagiri. That was our first meeting. Very nice and unforgetable!

Akhirnya pukul stengah 5 kami semua hengkang dari solaria menuju bus yang akan membawa kami ke hotel. Sudah ada 4 rekan kami sebelumya yang menunggu di sana, kak rahmi, jeni, frischa dan kak amel serta kak ando dan kak rara dari Jakarta.
Di dalam bus itu gak kalah seru dibandingkan dengan solaria hahaaaa pingkan duduk dekat kak ewis, di depan ada kak wawan dan theo, di samping ada kak mustakim dan gilang. Hahaaaaaaaa lucu banget, kak wawan di bus bicaranya tentang makanan semua -_- paniki, rica2 dsd sampe papeda dan kapurung pun dia tahu. Bersama theo dan kak ewis, eh menjurus ke B2 dan RW paraaaaah banyak bangetlah bahan obrolan, sampai *peace!* gilang gak dapat pembagian R yah ?? hehee kak takim speak up dongsss!
Akhirnya kami sampai di gang depan hotel Pitagiri yang terletak di jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat. Walaupun agak uyuuuhh dengan macet yang disebabkan oleh bus rombongan kami yang sangat besar ukurannya dan sedikit memaksakan masuk gak dan akhirnya gak jadi masuk, rekan2rekan dan pingkan membawa barang masing2 menuju hotel dan saat itu pukul stengah 7 malam. Hehee sampai di hotel kami bertemu dengan teman2 yang telah menunggu dan menyambut kami di sana. Masih rembes ehhhh belum mandi sore hahaa
Wah wah senangnya! Pingkan sekamar dengan Siti Habibah dari Sumatera Utara, dia seumuran dengan pingkan tetapi sudah semester VI. WOOOOW!!! Pintar banget kan berarti. Ditambah dia kuliah di jurusan psikologi USU. Belum mandi, pukul 7 malam kami makan malam dan mendapat pengarahan dari Bpk. Esa SukmaWijaya (Kemenpora) tentang MCU besok sampai pukul 9 malam saja dan harus puasa sejak saat itu. Apa gunanya bawa bear brand? T_T hahaa bapak esa ini sangat tolerir dalam hubungan antarumat beragama, beliau sangat menghargai perbedaan. Sepertinya semangat nasionalisme dan cinta tanah air pemuda telah merasukinya haha

Lanjut kembali ke kamar masing2. Di dalamnya tentu pingkan dan bibah tidak langsung tidur, tapi rumpi dulu kan. Eh, kak bibah *maksudnya bibah ini sangat sopan, apa-apa minta izin hahaa padahal kan itu kamarnya sendiri -_- tidak lupa mandi dan menyembunyikan semua jajan, matikan lampu dan tidur! Itulah hari pertama.
My lovely roomate - Siti Habibah (North Sumatra) *I miss youuu


Hari kedua, pukul 5.45 pagi sudah stand by di lobi dan siap2 menuju hotel. Pagi banget yaaak? Pingkan aja dengan bibah bangun jam stengah 5 pagi. Karena puasa MCU jadinya gak sarapan. Dengan warna kompak dengan my roommate, orange, kami sangat bersemangat menuju RS Medikaloka yang dokternya (dr. Hendrik ditunjuk oleh kedubes langsung) untuk menangani kami. Yah, diambil dua kali darah pingkan -_- setelah tes fisik, berat pingkan 61,5 kg, tinggi 173,5 kg, lalu tes urin, tes mata, tes darah, dan rongten akhirnya selesailah rangkaian tes MCU. Oia, tes dengan dr. Hendrik juga, dan pingkan berani bertanya padanya, apa sih keunggulan dokter hendrik dibandingkan dengan ribuan dokter lainnya? Heheee jawabannya, karena sisa saya -_-
Berfoto dengan Duo Papua Manise! ^_^ kiri, kak Ewis dari Papua dan kanan, kak Renny dari Papua Barat.  

Sebelum Check Up, take a pose first! Sayang, Kontingen sumatra udah masuk duluan ...

Yayaya, agak nakal sih, setelah diambil darah pertama pingkan nekat makan bakpia pathok rasa kacang ijo dan keju yang dibawa oelh kak wawan hhihii setelah itu sempat menyantap bolu meranti rasa coklat, keju dan blueberry serta yangko (kak wawan-jogja) juga. Bolu meranti oleh kak yugo-sumut enak juga ehhh mantap!!!
Yang keju paling enak :3 startnya MCU sekitar pukul 8 pagi. Eh selesainya melebihi jadwal yang direncanakan (stengah 12) jadi selesai sekitar jam 2 siang. Akhirnya kami kembali ke hotel dan sampai sekitar pukul stengah 4 sore dan langsung serbu makan siang, lalu mendapat pengarahan yang telat atau molor sampai jam 5 sore dari pak Esa juga Pak Imam Gunawan (deputi kemenpora) sampai pukul stengah 6 sore. Ya, jam stengah 8 harus kembali berkumpul untuk makan malam dan materi lagi. Pingkan dan bibah hampir telat L ternyata stengah 8 mlm udah sama makan malam sedangkan kami belum, lalu kak ando-jkt hanya menanyakan kami kenapa kami terlambat kok gak liat jam ? L dan kami juga disinggung kak merry L
Oia sudah ada pemilihan pak lurah dan bu lurah juga.... pukul stengah 8 malam lewat kami langsung diberi materi oleh Vice Precident yang sekarang bertindak sebagai Acting Precident Asosiasi alumni Canada World Youth Indonesia, kak Merry. Kenapa panggilannya kaka? Karena kaka lebih dekat dengan adik, yang bertindak sebagai sahabat, pelindung, dan mendengarkan keluh kesahnya. Ya kami ditatar oleh kak merry. Yang pingkan ingat sih point2nya, harus displin waktu, jangan meremehkan hal-hal kecil, hormat dan hargai siapa saja, perhatikan penampilan kita sebagai duta bangsa, masa pakai sandal, karena sepatu murah lebih baik dari sandal mahal sekalipun. Lalu, tentang persiapan dan perlengkapan pdt yang harus dibawa tak lupa pepatah latin yang telah diterjemahkan: Jika kita pergi tanpa membawa persiapan, maka kita akan pulang tanpa membawa kehormatan. Jadi persiapan adalah sangat-sangat penting!
Ada bang adit-abang Jakarta 2012 juga kandidat ICYEP dari Jakarta tahun 2012. Serta ada sharing dai bang A’an kalau gak salah angkatan 2004 dan jadi PS sudah 4 kali sejak tahun 2004.
1st shock terapy, harus menjalani 2x sesi wawancara post 1: bang Adit (Adityawarman) dan kak ibnu ’13, post 2: kak A’an dan kak marina ’13, dan post ketiga cultural performance dengan kak merry dan kaka avie – jkt ’13. Shock shock shock!!
Pingkan gada persiapan apa2.  Di post pertama ditanya2 mengenai issue internasional. Pingkan merasa b.inggris pingkan paling parah saat itu dibandingkan kak rihaf dan kak hesti. Mereka OK banget! Sedangkan di post kedua ditanya tentang siapa guru dalam hidupmu dan pingkan jelaskan tentang Maluku, theo jelaskan tentang SUMUT dan kak yugo jelaskan tentang kaltim hihhiii juga pertanyaan yang paling berkesan, kamu pilih beruang atau salmon? Nah nah nah di post ketiga, pingkan nampilkan lagu buah bolok dan nari enggang (lagu leleng) ala-ala ala banget gak jelas, mungkin lebih tepatnya nari burung enggang tanpa sayap :( Terlepas dari semuanya, pingkan hanya ingin, tidak memalukan kaltim. Harus belajar lagi dan lebih baik!
Ya malam itu kira2 jam 12 malam baru selesai. Setelah itu ngukur baju batik di kamar kaka aii lalu pingkan menunggu bibah di kamar dan akhirnya tidur. Itulah hari kedua.
Oia, pas pagi hari kedua pagi sebelum mcu pingkan bertemu dengan kak renny dari papua, kagetnya kak renny imut sekali hihihiii  nah pada hari ketiga kami semua eksis di ruang sarapan.
Keceriaan di ruang sarapan., sebelum berpisah :(

Sangat ceria bukan?? Seperti model sampul majalah gitu hihiii :D

Masih di tempat yang sama, di ruang sarapan Hotel Pitagiri. Miss you all~

Kami berempat (Gilang - Jabar), (Lyanda - Bengkulu), Pingkan, dan Siti Habibah (Sumut), sebelum yang lain pada datang dan menyerbu meja hahaaa :D
Di lobi kami berpisah, huhuhhhuuu sedih banget. Baru 3 hari aja perpisahan sangat menyedihkan. Bagaimana rasanya 6 bulan nanti! :/ akhirnya pingkan ikut bersama rombongan bus, clotter pertama. Aaaa kangen semuanya. Kangen kak jeni-kalteng sang pemecah suasana hahaaa lalu yang keberangkatannya masih lama kita ngumpul di solaria lagi dan di sana terbuka kedok kaka adam-kalsel bahwa dia adalah anak band aliran hardcore \m/ *keos hahaaa satu demi satu telah terbang. 
Jika kita pertama kali bertemu di Solaria, begitu pun mengakhiri 3 hari MCU di Jakarta di tempat yang sama, Solaria depan Red Corner, hanya saja di bagian depannya. say, "Good bye!" :')
Sampai kelompok terakhir, kami dihibur ice-breaking oleh kak jerry hehee dia multi-talented banget! Dengan bahasa isyarat “to be one” wow. Yahh waktunya telah tiba. Kami semua berpisah dari solaria dan berangkat. Hampir saja pingkan dan kak mustakim terlambat. Pingkan bantu “ibu” yang keberatan membawa tas. Agak alibi juga kayanya katanya pramugari dan petugas bandaranya.
Lalu, puji Tuhan pingkan dan kak mustakim sampai di sepinggan sekitar pukul stengah 5 sore lalu cuussss naik bus ke samarinda sampai pukul 8 malam dan dijemput ribka. Makasih ribkaaaa :’) dan siap2 untuk hari seninnya ujian susulan dengan bu nani dan pak zainul. Itulah hari ketiga.
Waaaaa terima kasih banyak buat pengalaman 3 hari ini. Semoga kita semua lulus MCU amiiiin. Semoga kita semua bisa sehat dan bahagia selalu dan bertemu lagi di pdt di Jakarta amin. 3 bulan tersisa utnuk mempersiapkan segalanya, segala kebutuhan dan perlengkapan, ID card, Culture performance dan tari2an saman, tunggal, dll, terus baju adat, souvenir, dll termasuk Pancasila dalam bahasa Inggris juga hafal national anthem-nya Canada. Kita semua pasti BISA! We CANada ^_^ Tuhan menyertai kita semuanya, sekalian!





Here we are, candidates of ICYEP 2014!!!



Dengan setengah ngantuk, sekarang pukul 12.44 p.m tepat 1 jam!


P.O. Podung menulis ini.