Sabtu, 10 November 2018

Sepenggal Cerita - 6 Tahun yang lalu | Pingkan Podung


Sabtu, 10 November 2018

Hari ini tepat merupakan peringatan Hari Pahlawan di Indonesia. Hari ini, pertama kalinya diriku memperingati hari istimewa ini di kota, tempat tercetusnya peringatan hari ini, yaitu di kota Surabaya.

Walaupun belum bisa pergi ke tempat-tempat bersejarah di kota ini, namun, semangat dan rasa bela negara itu begitu kuat dalam hati dan diri ini.

Tersentak diriku, selama perjalanan diklat di Pegadaian Corporate University (Corpu)  yang telah berjalan selama dua bulan lebih ini, aku berusaha menjadi aku yang saat ini, aku yang bukan karena aku yang dulu, bukan karena apa yang kuraih, bukan karena apa yang kudapatkan, tetapi aku yang memberikan diri bagi pendidikan dan pelatihan ini. Namun, beberapa hari terakhir, dan puncaknya, hari ini, beberapa cerita di masa laluku kembali terkuak, aku pun tak tahan untuk mengenang cerita yang panjang itu, yang dimulai dari 6 tahun yang lalu.

I'm grateful to be born in this family and find many families in life.
Maaf belum bisa ditampilkan satu-satu. Banyak banget orang-orang yang menjadi berkat bagi hidup ku.

Terima kasih Tuhan atas keluarga dan sahabat tercinta ^_^ Tanpa mereka semua, saya tidak ada di dunia ini. Saya tidak dapat bertahan sampai seperti sekarang ini.

My beloved family (Mami, Nia, Rike, dan Papi) Love you full!!!

"Even none believes, none is sure, but I'll keep believing and being sure, because I have Jesus in my life."

1. Tingkat Kabupaten - Putri Pariwisata Kutai Timur 2012

Saat itu, setelah UN tingkat SMA, saya dipanggil oleh bapak Wakil Kepala Sekolah, pak Kaliman, untuk mengikuti kompetisi Pemilihan Putri Pariwisata tingkat Kabupaten Kutai Timur tahun 2012.


Ini dia, ber-make up hanya sekali setahun, itu pun untuk menjadi MC di acara perpisahan kakak kelas di SMAN 1 Sangatta Utara. Sungguh, saya adalah perempuan yang cuek akan penampilan (sampai sekarang sih) :D

Saya tercengang, gak mungkin lah pak, saya saja jarang make up dan gak pernah pake high heels, disuruh ikut beginian. Pak Kaliman dengan optimis, "ikut saja, siapa tahu masuk  nasional itu karantinanya lama", // "gak mungkin lah pak, ini aja tingkat kabupaten seleksinya ketat, bapak." ***di situ saya meyakini, perkataan adalah doa.***



Awalnya saya berpikir, "Ah, pasti di awal, baru seleksi administrasi, jadi memakai setelan untuk wawancara saja." Alhasil, begitu sampai di sana, saya dan Kiky Rizky Aprilia - rekan seperjuangan saya, datang paling cepat, dan saya mendapat nomor urut 02. Proses seleksi dilaksanakan di Galeri Budaya, Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata (saat itu), pada tanggal 03 Mei 2012, tepat 2 hari sebelum dilaksanakannya perpisahan sekolah.

Tebak, dimana aku?

Puji Tuhan, bisa membawa nama harum SMAN 1 Sangatta Utara. Dengan memakai selempang dari kertas, yang sangat bersejarah, kala itu :"


Pemotretan pertama :)


Sebelah kiri, adalah Pak Kaliman, yang mendukungku untuk terus maju. Terima kasih banyak, pak. Sebelah kanan adalah bapak Gubernur Kaltim yang menjabat saat itu, Bpk. Awang Faroek Ishak (mantan Bupati Kutai Timur juga).


Tugas pertama sebagai Putri Pariwisata Kutai Timur 2012, membuat liputan, saat itu kami berkunjung ke Pantai Sekerat, Bengalon. Dan, saat ini saya hanya geleng-geleng kepala dengan outfit yang saya kenakan untuk kepentingan liputan :" (pantas saja banyak orang gemes dengan penampilanku) :"


2. Tingkat Provinsi - Duta Wisata Kaltim 2012 & Putri Pariwisata Kaltim 2012
Kami, finalis Duta Wisata Kaltim 2012. Dari kiri - kanan : Kak Septi - Pingkan - Aldy (teman paskibraka kutim juga, sekarang sudah jadi pak polisi :D) - mamiku tercinta - dan ibu dari dinas pariwisata kutim.

Pertama kali di-make up oleh profesional make up artist di Samarinda :) Yaitu oleh kak Selvi, anaknya dosen pingkan ketika kuliah di Fahutan, Universitas Mulawarman Samarinda. Saat itu pingkan masih semester 1, baru sebulan kuliah. Pingkan dilatih modelling oleh istri dosen pingkan yaitu pak Yosep Ruslim. Terima kasih atas jasa-jasanya bapak dan ibu.

Saya gagal untuk masuk semifinal alias 5 besar, tetapi puji Tuhan pingkan dapat award Best Presentation. Nah, itu yang memacu pingkan untuk terus mencoba dan berikan yang terbaik pada kompetisi berikutnya - Putri Pariwisata Kaltim 2012.


Ini saat kami kunjungan ke Kantor Gubernur Kaltim. Karantina Putri Pariwisata Kaltim dilaksanakan tepat setelah final Duta Wisata Kaltim. Jadi beberapa perwakilan perempuan tetap tinggal di hotel yang sama. Saat itu, Oktober 2012...

Koregrafi kami dilatih oleh Alm. Kak Tesar, yang juga menjadi make-up artis pingkan yang paling hits sampai beberapa tahun kemudian. Kak Tesar yang paling cerewet tentang pernampilan ku sebeagai seorang putri, dan beliau salah satu motivatorku. Aku merindukanmu kak...

Saat karantina, ini para finalis dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim... bersama bapak Prof. H. M. Aswin yang saat itu menjabat sebagai Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kalimantan Timur.









                                     




Soli Deo Gloria!
Belajar dari pengalaman kegagalan masa lalu, perbaiki, berikan yang terbaik di kesempatan berikutnya. Tuhan pasti buka jalan bagi anak-anakNya yang mau berserah dan mengandalkanNya.


Alm. Kak Tesar & kak Septi... para mentorku yang luar biasa... yang selalu mendukungku, sejak semula, sejak diriku bukan siapa-siapa, mereka yang selalu mendukungku dengan banyak hal. Beruntung diriku mengenal mereka...

Ini sesi pemotretan pertama, sebagai Putri Pariwisata Kaltim 2012. Lokasi di Pantai Teluk Lombok, Sangatta, Kutai Timur.


Konsep ala baju Kutai. Make up oleh alm. Kak Tesar.






Tugas pertama sebagai penjaga stand pameran di Festival Kemilau Kaltim 2012.

Bisa ke Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, bertugas bersama Felicia (Putri Pariwisata Kaltim Intelegensia 2012) - kak Dhea (Wakil II Putri Pariwisata Kaltim 2012) dan kak Desi (Finalis Putri Pariwisata Kaltim 2012) :)

Make up & hair do by bang Awin & kak Wahyu :) Mereka juga baik banget dan support pingkan banget untuk ikut partisipasi ketika di Jakarta.

Kalau ini tugas menjadi penerima tamu di Samarinda. Bersama kak Devi - Kak Desi - dan kak Dhea - 3D 


Ini saat menjalankan tugas liputan di acara Lom Plai, Desa Nehas Liah Bing, Muara Wahau, pada April 2013.




Lagi dan lagi ke TMII Anjungan Kaltim untuk peragaan busana, bersama Janice Sandy (Putri Pariwisata kota Samarinda 2013), kak Leily (Duta Wisata Putri Kaltim 2013), dan Ellis (Putri Pariwisata Kaltim Favorit 2013). 

Kalau ini, pertama kalinya Pingkan dan kak Auriza (Duta Wisata Kutim Putra 2013)  mengikuti peragaan busana di Festival Kemilau Kaltim pada tahun 2013. Puji Tuhan, gak nyangka juara 3.


Ini saat tugas di Jakarta. Saat gladi bersih, dalam parade budaya nusantara dari Monas - Istana Negara - lalu kembali ke Monas, pada Agustus 2013.



Cuplikan gambar ketika bertugas pada acara Lom Plai (upacara adat suku Dayak Wehea).

Bersama Putri Pariwisata Kaltim 2013 - kak Raeza Febrina.

Pada malam final pemilihan Putri Pariwisata Kutai Timur 2013. Pingkan bersama runner up 1 Putri Pariwisata Kutim 2012,  kak Esti & Runner up 2 yaitu Tatum. Miss you my girls :) *eh, 1 sudah jadi mama cantik sekarang

Menjadi Putri Pariwisata dan mahasiswi Kehutanan tetap bisa bersinergi :D Karena, hutan pun bisa menjadi tempat wisata alam.

Saat menuju Prevab, Taman Nasional Kutai untuk liputan bersama Dinas Pariwisata Kutim :)

Puji Tuhan. Gak nyangka, ketika menjabat, bisa dapat bonus ke Amerika Serikat dalam rangka Festival Bunga Mawar di Pasadena.

3. Tingkat nasional - Putri Pariwisata Indonesia 2013

Sebelum berangkat ke Jakarta untuk tingkat nasional, saya memohon dukungan dari pejabat pemerintah Kabupaten Kutai Timur, didampingi Bapak Budi Amuranto (paling kanan), beliau sangat mendukung saya sejak dari 0 sampai sekarang dalam meniti karir. Terima kasih atas dukungannya, pak.

Welcome to Pemilihan Putri Pariwisata Indonesia 2013. Saya bersyukur dan bangga bisa menjadi bagian dari kontes ini. Kontes tingkat nasional, yang disiarkan oleh Kompas TV. Tak pernah terbayangkan olehku. Persiapan yang cukup matang, dari tingkat kabupaten (mei 2012), provinsi (oktober 2012), hingga nasional (september 2013), semakin membuatku semakin mantap untuk maju. Saya menampilkan unjuk bakat berupa permainan Sampeq-alat musik tradisional suku Daya dengan kostum atasan Dayak Wehea.

Kalau ini sesi pemotretan dengan menggunakan pakaian adat Dayak Kenyah dengan bulu-bulu yang cetar.

Kalau ini, juga baru yang pertama edisi foto close up. Keliatan sangat dewasa ya bagi gadis berumur 18 tahun saat itu hoho


Saat kami melaksanakan pemeriksaan kesehatan (MCU)

Ini juga, masih di Rumah Sakit.

Nah, kalau ini bagian dari karantina.. bersama kakak-kakak finalis dari seluruh Indonesia yang cerdas, cantik, dan bersikap layaknya seorang Putri.

Ini saat janu mengunjungi Londol Public School di Jakrata. Kami belajar tentang Public Speaking. Sungguh bermanfaat, ilmunya masih saya ingat sampai sekarang. Saya beruntung sekali mengenal para finalis, para fasilitator, para chaperon, para panita, para official, dan semuanyaaa Mereka semua sekarang sudah sukses di bidangnya masing-masing. Terima kasih El John Pageant, selaku penyelanggara.

Malam final PPI 2013, dilaksanakan di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah.

            4. Pasca menjabat - sekarang

Tingkat nasional pun berlalu, puji Tuhan sebagai finalis saja sudah sangat bersyukur. Kembali ke Kaltim, saatnya memberikan mahkota kepada penerusku... tahun 2013 adalah kak Raeza Febrina (Top 10 Putri Pariwisata Indonesia 2014).
Sebagai alumni, saya bertugas membantu penyelenggaraan acara di tahun-tahun berikutnya. Yei sudah punya junior banyak hihiii

Ini saat malam final Pemilihan Putri Pariwisata Kaltim 2013, detik-detik hendak menyematkan mahkota kepada penerusku. *Memang aku hanya ditakdirkan memakai mahkota selama 3 jam :"


Pasca menjabat, diundang untuk menjadi pembicara talk-show di kampus, saya bersyukur. Smeoga menjadi berkat.


Again, with my brother... Kak Auriza, yang jadi mentor andalan Duta Wisata & Putri Pariwisata Kutai Timur saat ini. Alumni keceh!
Bersama mbak Yunitha Ronting - Kasie Dinas Pariwisata Kaltim, yang cantik & keceh. Ini juga mentor kesayangan pingkan. Bersama tim dinas pariwisata Kutim, yang tak bisa kusebutkan satu-persatu. Mereka selalu mendukungku. Terima kasih banyak :"

Gaun cetar yang kukenakan ini dirancang oleh alm. Kak Tesar, dan make up by kak Wandi.


Bersama Vera Margareta Pasaribu (Putri Pariwisata Kaltim 2015) & Jessica Hermila (Putri Pariwisata Kaltim 2014)... Para putri cantik
Dalam final Pemilihan Duta Wisata & Putri Pariwisata Kaltim 2016. Perwakilan Kutai Timur mengharumkan nama Kutim. Juara 1! Mereka hebat!!! Pasangan duta wisata (duwis) Puput & Syabab (Duta Wisata Kaltim 2016) juga sang putri cantik Cristina Laws (Putri Pariwisata Kaltim 2016)



Para Putri Pariwisata Kaltim mulai tahun 2015 - 2014 -2013 - 2012 :"


Saat karantina pemilihan Duta Wisata & Putri Pariwisata Kaltim 2017. Pingkan di tengah orang-orang hebat.

Ini di malam final Pemilihan Duta Wisata & Putri Pariwisata Kaltim 2017.




Bersama kak Yuni, staf Dinas Pariwisata Kutim ... cantik dan selalu mendukungku. 




Ini agak baru nih... Saat pembukaan seleksi Pemilihan Duta Wisata & Putri Pariwisata Kutai Timur 2018, dilaksanakan pada bulan Maret 2018 lalu.

Selamat kepada Winda sebagai Putri Pariwisata Kutim 2018. Kesamaan kami bertiga adalah, terpilih saat berusia 17 tahun. What a very sweet 17. Kurang 1 putri nih... Jadi Putri Pariwisata Kutai Timur ada 4: (2012 - Pingkan, 2013 - Zaqia, lalu vakum 3 tahun, 2016 - Cristina Laws, dan 2018 - Winda Putri) ^_^ Welcome to the group babe!

Sedangkan di tingkat provinsi Kaltim (2012 - Pingkan, 2013 - Raeza Febrina, 2014 - Jessica Hermila, 2015 - Margareta Vera Psaribu, 2016 - Cristina Laws, 2017 - Stephany, 2018 - Natasya Priyanka).



 

 5. Aku yang sekarang, tetap sama seperti aku yang dahulu. Hanya, aku bersyukur bisa melewati rangkaian waktu yang luar biasa, dengan berbagai pengalaman dipadukan pertemuan dengan berbagai orang dan membentuk aku hingga saat ini.


Belajar menjadi wanita tangguh. 
Para wanita di sekelilingku saat ini...



Just be yourself, keep cheerful ^_^

Maunya jadi iklan shampo atau model ANTM tetapi belum kesampaian jadinya gini haha

Ini baju batik perpisahan waktu SMA, baju batik kesayangku...

This is me now... Welcome the words: Segar, makmur, bahagiaaaa


Setelah 2 bulan diklat, akhirnya di sesion John Robert Power, saya memakai high heels dan make total lagi yeaaahhhh






Ini foto terbaru, baru tadi siang, 3 jam yang lalu membuat foto ini :D *Sponsor by hape Risty Nurannisa

1000 miles journey begin with 1st step. Keep going on!

Tak menyangka, pengalaman kurang lebih 6 tahun sejak saat itu, dapat kucurahkan dalam 2 jam menulis postingan ini.
Mengingat masa-masa itu, membuatku semakin bersyukur kepada Tuhan Yesus, ini semua karena anugerahNya, pengalaman indah dan berharga yang tak tergantikan oleh apapun membentukku menjadi seperti ini.

Dia memakai banyak orang untuk menolongku, banyak sekali orang-orang hebat yang membuatku belajar dari mereka akan setiap nilai-nilai kehidupan ini :)

6 tahun yang lalu :" cerita luar biasa mulai terukir.
Saat ini??? Cerita itu masih terus berlanjut.

Sampai jumpa di tahun-tahun mendatang, Pingkan.



xoxo

Pingkan yang sekarang

Last Post: [Dunia Musik]. Mimpi. Percaya. Menerima.

Rabu, 27 Juni 2018

Pemuda adalah Agen Perubahan? | Pingkan Podung


♫ “Masa muda sungguh senang
     Hidup penuh dengan cita-cita
     Dengan api yang tak kunjung padam
     Selalu membara dalam hati
 Refr.     Masa mudaku masa yang terindah
Masa Tuhan memanggilku
Masa mudaku masa yang terindah
Kutinggalkan semua dosaku”


Begitulah petikan syair lagu yang begitu familiar di kalangan anak muda.
Masa muda sungguh menyenangkan! Masa muda takkan pernah terulang.
Sesungguhnya, apa yang perlu kita lakukan di masa muda ini?

Mengingat pepatah, “Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.” Ada juga, “Bersusah-susah di masa muda, tertawa di masa tua.”

Bagi kita yang sedang menempuh pendidikan ataupun sedang meniti karir saat ini, pepatah tersebut akan menguatkan kita, bahwa perjuangan dan pengorbanan di masa muda takkan sia-sia.


Masa muda hendaknya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat kelak untuk dibawa dan dikenang di masa mendatang. Masa muda penuh dengan energi, kreativitas, juga inovasi.
Memaknai kalimat “Pemuda adalah agen perubahan”, sesungguhnya, perubahan seperti apa yang diharapkan dari para pemuda?

Sebenarnya, perubahan tidak dimulai dari hal besar, mulailah dari hal kecil (ingat perumpamaan tentang talenta?). Ketika kita diberi, 1, 2, atau 5 talenta, asalkan kita kerjakan dengan rajin, pasti akan berkembang. Jangan dipendam, jangan iri terhadap talenta orang lain, karena bukan tentang seberapa banyak talenta yang kita miliki, melainkan tentang kesungguhan hati untuk mengembangkan talenta yang sudah Tuhan percayakan kepada kita.

When you feel you are alone, remember, God be with you. He will show you the way. And, keep doing what you believe. Keep being inisiative. Do what you can. Empower the community. Use your talents. Go ahead!
Foto: Saat latihan bersama anak-anak sekolah minggu, untuk mengisi pujian di GKII Tanjung Nanga, Malinau.
Sebenarnya saat itu adalah saat project penelitan bersama CIFOR-CSF.


Saya rasa, banyak contoh kecil dan sederhana dari apa yang dapat dilakukan oleh pemuda. Asallkan dilakukan dengan komitmen dan konsisten, pasti akan berdampak besar J
Contohnya saja (1) untuk tidak membuang sampah sembarangan. Dimanapun kita berada, di rumah, di sekolah, di gereja, di tempat-tempat publik, di jalan, di mobil, dan dimanapun kita berada kita berusaha membuang sampah pada tempatnya, bukan membuang secara sembarangan. Jika satu orang pemuda dapat menjadi contoh yang baik bagi adik-adiknya, dan rekan-rekan, dan orang di sekelilingnya kelak, maka lingkungan yang bersih bukan hanya mimpi belaka.

Begitupun (2) sikap antri. Di Indonesia khususnya, budaya antri ini perlu kembali dibangkitkan dan ditanamkan pada setiap generasi muda, untuk belajar lebih bersabar dan juga mendahulukan orang-orang-orang yang lebih memerlukan (memprioritaskan kaum disabilitas, kaum lanjut usia, ibu hamil dan menyusui, dan anak-anak). Dengan begitu lingkungan yang tertib bukan hanya sebatas angan-angan. Respek terhadap sesama pun semakin terlihat. SABAR SHAAYYY~

Contoh lainnya, (biar genap 3x, seperti makan 3x sehari haha) yaitu (3) inisiatif. Jadi pemuda yang peka deh. Kalau dalam gereja, pemuda adalah tiang gereja. Penerus pemimpin-pemimpin jemaat di masa depan. Seharusnya, dengan dianugerahi energi dan kreativitas yang berlimpah pada masa ini, para pemuda menjadi penopang dalam pelkat-pelkat lainnya, mulai dari menopang adik-adik PA (Persekutuan Anak) dan PT (Persekutuan Teruna / remaja), dan menopang orang tua kita di PKP (Persekutuan Kaum Perempuan), PKB (Persekutuan Kaum Bapak), dan PKLU (Persekutuan Kaum Lanjut Usia). Banyak hal yang bisa dilakukan, mulai dari pekerjaan konseptual hingga teknis-operasional, dan menjadi bagian pemuda. Namanya saja sudah Gerakan Pemuda, perubahan itu bergerak, sehingga dengan terus bergerak, akan menciptakan perubahan.
(Kita bukan Pemuda yang diam saja, yakan?)

Kalau dalam hal saling menyapa, dan salam, harusnya yang muda sudah memiliki inisiatif lebih dahulu untuk menciptakan sukacita di wajah-wajah keluarga kita ini.
Contoh untuk teknis-operasional, dalam berbagai kegiatan, kita juga bisa menjadi driver (a.k.a supir atau ojek) bagi mereka yang membutuhkan mobilitas yang tinggi, kenapa tidak?  (pemuda take over). Dan rasanya, inisiatif yang paling sulit dilakukan yang menjadi tantangan sampai saat ini, di setiap komunitas yang kukunjungi, ini menjadi tantangan luar biasa, yaitu ON TIME! Bahkan, IN TIME! Bagaimana sebagai pemuda kita memulai aksi ini, memulai tepat waktu, bahkan sudah siap sebelum waktunya (in time), bagaimana kita akan tetap datang ke suatu acara meski sendirian, bagaimana kita menepati janji dan menepati waktu yang sudah dijanjikan. (Kalau waktu aja belum bisa ditepati, apalagi mau menepati janji di depan Tuhan dan jemaat kelak? #asekkk ahh) :D
Jika kita tahu bahwa waktu itu berharga, kita harusnya dapat belajar menghargai waktu J
Akankah engkau berinisiatif melakukan hal-hal tersebut meski engkau sendirian? Meski situasinya sangat sulit? Meski rasanya engkau perlu mengorbankan kepentinganmu sendiri?
22 November 2016. Pingkan dan Ani Simbolon, bersiap-siap melakukan sebuah project sosial pribadi.
"Bersembunyi di balik masker", biarlah Tuhan yang menilai yang "tersembunyi" itu :)


Tak perlu hal-hal yang sangat besar, baru disebut sebagai perubahan. Melainkan kerjakan hal-hal kecil dengan kasih yang besar (kutip Mother Theresa). Juga seperti petikan syair di lagu favorit saya di Gita Bakti nomor 69, “Biarpun kecil dan sederhana, Tuhan dapat membuat jadi besar”.

Lalu, kaitannya dengan sub-judul, “--- Bukan hanya cover atau pecitraan.” ? yaitu, kita semua yang adalah kaum muda, yang sangat aktif dan terampil dalam dunia media sosial, hendaknya mewujudkan realita yang sesuai dengan apa yang kita tampilkan di dunia maya.
Bukan hanya sekedar menyuarakan slogan, tagar, ada mem-post-ing status, artikel, video atau gambar yang berisi ajakan dan seruan terkait topik tertentu,
alangkah indahnya, kita dapat mewujudkannya di dunia nyata, meski bermulai dari hal-hal kecil.
Sehingga, orang banyak juga tidak hanya senang berinteraksi denganmu di dunia maya, tetapi senang dan bersyukur bertemu denganmu di dunia nyata.
Ini juga jadi pengingat bagiku, Ping, jangan hanya hobi menulis di blog, tetapi take more action!


Me and all amazing youth in "Pelita Kasih" Sangatta #Salam #BiruBenhur :) Ready for great challenges.

Selamat mengisi masa muda yang indah dengan kegembiraan.
Masa muda, masa yang paling indah J

#SoliDeoGloria





Sabtu, 28 April 2018

[Dunia Musik] Mimpi. Percaya. Menerima. | Pingkan Podung

Ini sedikit mirip dengan motto-nya kak Agnes Monica (sekarang lebih dikenal sebagai Agnezmo) yaitu, Dream. Believe. Make it happen.
Ya, semua orang tentunya punya cita-cita, punya impian, dan percaya bahwa impian tersebut akan terjadi atau menjadi kenyataan.

Sesuatu yang saat ini belum kita lihat buktinya, tetapi masih kita harapkan, sesuatu yang terkadang itu rasanya terlalu tinggi untuk digapai, dan rasanya mustahil untuk diwujudkan...
Tetapi ketika kita telah menerimanya, what? cubit aku... apakah ini sungguh-sungguh nyata??

Ya, kira-kira begitulah gambaran ketika mimpi kita menjadi kenyataan. Sungguh bahagia tak terkira!
Bagiku, kebahagiaan itu dapat diperoleh dari siapa saja, kapan saja, darimana saja, dimana saja, dan bahkan di luar apa yang pernah kita bayangkan.
Dari hal kecil pun kita dapat memperoleh kebahagiaan. Bahkan seringkali kebahagiaan terdapat dalam suatu hal yang sederhana.

Berbicara mengenai prestasi, bukanlah sesuatu yang harus WOW atau luar biasa. Ketika kita dapat meraih mimpi kita, itu adalah sebuah prestasi. Dan prestasi terbesar menurutku adalah, ketika kita dapat melawan, melewati diri kita sendiri, yang orang lain bahkan diri kita sendiri ragu dan tak percaya untuk digapai, tetapi dapat kita lakukan dan wujudkan, di situlah letak prestasi.

Mungkin diriku adalah salah satu orang yang penuh imajinasi, mimpi, keinginan, dengan berjuta harapan untuk (kapan ya?) dapat mewujudkan itu semua. Apakah ini disebut muluk-muluk?
Ah, saya hanya berpikir bahwa, saya harusnya sangat bersyukur dapat memikirkan ide-ide yang mungkin tak menghigapi orang lain, bagaimana caranya saya mengingat dan menghayati, serta tetap percaya akan tujuan dari perwujudan mimpi-mimpi itu: Memuliakan Tuhan dan membuat orang lain bahagia. Itu. Suatu tujuan sederhana sampai saat ini aku mengejar mimpi-mimpi yang ada.

Kadang dalam perjalanannya tentu saya merasa letih, lelah, dan bahkan ingin keluar dari arena bersama diriku sendiri dalam meraih mimpi. Tetapi, tujuan itulah yang selalu membuatku bertahan dan meskipun hanya langkah kecil tertatih, tetapi saya harus membuat suatu perubahan dan kemajuan.

Banyak sekali, dua kali, tiga kali, maksudnya sungguh banyak keinginan yang kumiliki. Mungkin saat ini belum tergapai semua, tetapi saya percaya, Tuhan sudah menyiapkan rencanaNya yang indah, bahkan beyond my imagination.

Saya sering menulis mimpi-mimpi saya di dalam buku harian, dan dipanjatkan secara teratur dalam doa kepada Tuhan... di akhir doa, satu hal yang saya yakini JADILAH KEHENDAK TUHAN.
Jika memang mimpi itu datang dari Tuhan, pasti ada jalan dan akan terwujud di waktuNya yang tepat.

Salah satu mimpi yang ingin saya ceritakan di sini adalah tentang musik. Jujur, saya baru bisa memainkan alat musik saat SMA kelas 12.
Alat musik pertama yang bisa saya mainkan saat SD adalah rekorder sederhana nan murah meriah. Saat SMP kelas 8 saya meminta orang tua saya membelikan gitar (Rp150.000) kala itu, pikirku tidak apa gitar murah meriah, yang penting bunyi senar gitar deh, dan permintaan itu dikabulkan, saya senang sekali! Gitarnya berwarna biru. Tetapi saya malu untuk belajar dengan teman, takut dibilang sok... akhirnya hanya bermodalkan buku, saya mencoba bermain gitar.
Ini dia si Gitar Biru yang sekarang sudah uzhur :( Dulu setiap pulang sekolah, semangat sekali belajar gitar.
Lagu pertama yang saya mainkan adalah Di Doa Ibuku Namaku Disebut (nada dasar: C). Tetapi karena panduan di buku tersebut, bentuk kunci G adalah susah sekali, sehingga saya berhenti. (bahkan saya belajar stem gitar juga dari buku :D ). Karena 2 kali senar putus, dan saya tidak tahu di mana harus membeli senar gitar pengganti, saya hanya menyimpan gitar tersebut pada bungkusnya. (alasan yang sepele kan, malu bertanya, memang tidak akan maju-maju). Pikirku, nanti kalau sudah master, baru tunjukin main gitarnya hahaa


Sekitar 4 tahun vakum, akhirnya saya memulai membuka bungkus gitar tersebut pada tahun 2012, di akhir masa sekolah di SMA karena ada penilaian seni budaya. Saat itu di kelas, berbondong -bondong teman-teman sekelas belajar gitar. Nah, jadi inspirasi pingkan kenapa gak coba belajar sama teman kan lebih asyik. Di samping itu, gitar biru ini menjadi pelopor vokal grup evangelion dalam tour puji-pujian di gereja-gereja di Sangatta.

Dulu kita rajin banget latihan vokal grup setelah pulang sekolah, gaes #Evangelion :"

Ini saat gladi bersih, sebelum tampil di GPIB. (bersama si Gitar Biru)
Setidaknya, bagiku yang belum lancar main gitar saat itu, dengan bisa memakai gitar untuk keperluan tim vokal grup yang sudah keliling kemana-mana di Sangatta, adalah sebuah kebahagiaan kecil tersendiri :) Jadi apa yang kita punya, bagikanlah kepada orang lain. Itu yang namanya jadi berkat.

Karena pingkan tidak ingin bergantung pada gitaris untuk mengiringi nyanyi, akhirnya saya berkeras untuk belajar memantapkan permainan gitar ini. Supaya bisa nyanyi sambil main gitar gitu.
Hingga memberanikan diri, menyanyi solo di gereja dengan gitar, tetapi karena grogi, jadinya salah chord, gitar fals, lupa lirik, dsb... sekitar 3 kali penampilan penuh kesalahan ini dan itu, namanya proses pembelajaran :D kalau ingat-ingat awal-awal masa belajar gitar dan bernyanyi di depan jemaat rasanya..... :D

Ya, seiring berjalannya waktu, saya bisa semakin mantap belajar gitar karena diajarin oleh pak Christian Turangan (musisi andalan di gereja, my mentor, my idol, my teacher, my motivator, my inspiration, my banyak laah)

I promise, the first thing I'll do with every gift that I got, I will play it for glorifying Your Name, in Your Holy House :)
Dalam perjalanan selanjutnya, saat kuliah di Samarinda saya belajar bermain gitar untuk mengiringi ibadah-ibadah PT, sektor, apalagi saya dapat endorsed gitar dari musisi andalan Youthcoustic (sebuah band acoustic khusus Eben Haezer Samarinda) yaitu Mas Bima yang dengan kebaikan hatinya meminjamkan gitar akustiknya padaku dan (akhirnya biola juga) :D

Ditambah, dapat kado gitar warna pink di ulang tahunku yang ke-21 saat paskah 2016, bahagia sekali, impian memiliki gitar sendiri terwujud! Puji Tuhan :)

*********************************************************************************
Itulah kisah gitar yang cukup panjang, kita lanjut ke kisah berikutnya :D

Berkaitan dengan keyboard, dulu... tak pernah terpikirkan padaku untuk dapat belajar keyboard...
Awalnya oleh kebaikan hati kak Dhisa Aipassa, yang memberikan les gratis organis, saat pingkan kelas XI, dengan satu syarat: pakai kemampuan ini untuk pelayanan ya... Dulu sempat latihan beberapa kali pertemuan, namun karena terbatas kegiatan sekolah akhirnya sempat berhenti.
Lalu, pada saat bamboong alias pengangguran pasca SMA sembari menunggu pengumuman kuliah, pingkan rajin ke gereja untuk latihan musik (organ yang ada di gereja), ditambah juga pengetahuan baru oleh pak Christian (pingkan belajar gitar dan keyboard darinya).

Sekitar tahun 2014, tepat seminggu sebelum mengikuti karantina pertukaran pemuda Indonesia-Kanada, pingkan beranikan diri menjadi organis di gereja. (Permainan pertama pun belum sempurna, karena masalah sound). Tetapi, that's it! Bagian dari perjalanan.
Bersyukur, banyak orang-orang di sekitar kita yang Tuhan pakai jadi berkat, yang memberikan kita kesempatan untuk mengasah potensi kita, dan juga yang selalu mendukung kita untuk terus maju, yang selalu mengacungkan ibu jarinya ke atas ketika kita merasa seharusnya ke bawah.

Seseorang yang selalu mendukungku untuk terus belajar bermain organ di gereja. #BelovedPapi

Sampai saat ini, puji Tuhan pingkan dipercayakan menjadi salah satu organis di gereja. Dan, itu adalah salah satu mimpi jadi kenyataan. Jika dulu saat masih kecil hanya dapat memandang dengan kagum para pemain organis di gereja, namun kini Tuhan berikan kesempatan itu. Bahkan lebih! Di manapun kita dapat bermain alat musik ini di setiap kesempatan yang ada. Sungguh terima kasih Tuhan ^_^ #BeyondDream

*******************************************************************************
Itu kisah singkat tentang keyboard ya. (meskipun masih sering pakai transpose hihii) terus belajar!
Yups, ke alat musik favorit pingkan berikutnya...
Jadi, pingkan punya banyak impian... untuk dapat memainkan alat musik, baik klasik maupun tradisional. Puji Tuhan dibukakan jalan untuk menyentuh alat musik itu dan kesempatan memainkannya.


Dulu, alat-alat musik ini hanyalah mimpiku saja, dengan pertanyaan, "Kapan ya bisa memainkannya?"
Namun, jika ada keinginan, pasti ada jalan. Jika ada kemauan, pasti ada menemukan kesempatan. Kita bisa memainkannya, karena proses LATIHAN!

Seperti beberapa alat musik ini, dulu hanyalah mimpi untuk dapat melihatnya secara nyata dan menyentuhnya, tetapi sekarang mimpi itu sudah menjadi kenyataan, meski harus berjuang bertahun-tahun untuk mewujudkannya.

Kolintang alat musik tradisional khas Minahasa, Sulawesi Utara... dahulu saya adalah penghayat setia jika ada kolintang dari Bontang isi puji-pujian di gereja, dan saya kembali diberi kesempatan saat masa akhir kuliah di Samarinda bersama ibu-ibu PINKAN (Persatuan Insan Kolintang Nasional) Kalimantan Timur, terima kasih bisa diberi wadah untuk belajar bersama.
Tebak, di antara ibu-ibu cantik ini, dimanakah Pingkan? :D
Beruntung, sekarang bisa menjadi bagian dalam keluarga grup Kolintang Kawanua Kutim ^_^ ciao!


Sampeq, dahulu alat musik ini hanya untuk keperluan sesi foto Putri Pariwisata, namun dibukakan jalan untuk dapat belajar, dengan beberapa musisi andalan Kutim dan Kaltim yang sering pentas ke mana-mana.

Pertama kali main Sampeq di gereja, untuk lagu "Amazing Grace" mengiringi perpisahan Pdt. Santino Manoppo. Aaaah :(

Dan, yang terbaru, biola!!! Alat musik yang sangat kuidamkan (selain Saxofon dan Sasando) yang setelah bertahun-tahun, akhirnya dipinjamkan oleh Mas Bima untukku belajar. Sudah hampir 2 tahun ini, belajar melalui video di Youtube.


I will give my best for you, my beloved people and region!


Permainan biola bertama adalah saat mengisi pujian bersama adik terkasih Rike, lagu pertama yang kita mainkan adalah lagu "You are My All in All" :) dengan proses latihan menggesek yang tidak mudah...


Dan, sedikit banyak kemampuan bermusikku dipengaruhi oleh ini, Youthcoustic, saat kuliah di Samarinda dan bergabung dalam jemaat Eben Haezer, pingkan dapat mengeksplore kemampuan musik bersama mereka...

I miss YOUTHCOUSTIC a lot!!!

Saat ini pun, saya bukanlah seorang master dalam bidang alat musik. Dapat melihat secara nyata, menyentuh, bahkan belajar memainkannya adalah suatu mimpi yang jadi kenyataan bagiku.
Melalui alat musik, dan permainan yang sederhana kita memuliakan namaNya melalui setiap puji-pujian yang dinaikkan, menciptakan lagu yang bisa jadi berkat bagi orang lain, dan hampir lupa... musik tidak hanya sebatas alat musik buatan manusia, ada instrumen musik paling natural yang dimiliki, yaitu suara mahluk dan komponen alam semesta yang luar biasa indah!
Menggunakan suara kita untuk menghibur yang sedih, menolong yang kesusahan, atau bahkan dengan petikan a little "happy birthday" mengasilkan senyuman kecil di raut wajah orang yang kita sayangi.

Membuat orang lain bahagia dengan musik, itulah impian kecilku.


Teruslah bermimpi, percayalah bahwa itu akan menjadi nyata, maka kita akan menerimanya.
Dream, believe, receive it.


#SoliDeoGloria


Next Post : Pemuda adalah Agen Perubahan














Selasa, 20 Maret 2018

Tuhan adalah Kekuatan Kita | Pingkan Podung

Banyak hal yang telah terjadi dalam hidup kita
Di dalamnya, kita belajar
Bahwa berbagai manusia, situasi dan kondisi dari lingkungan telah
membentuk kita sebagai mana kita saat ini.

Kita tidak mengetahui, apa maksud Tuhan menempatkan kita di mana kita berada saat ini
Apa rancangan-Nya dalam kehidupan kita
Satu hal yang pasti, Dia merancangkan hal yang mendatangkan kebaikan!

Kita belajar banyak hal.
Ketika kita punya harapan dan impian yang sedemikian tinggi,
namun belum kunjung meraihnya, ataupun harus melewati kegagalan..
Kita belajar arti menerima dengan ikhlas
bahwa tidak ada perjuangan yang sia-sia
Itu akan mengasah mental kita menjadi lebih kuat
Ternyata, Tuhan pun menyediakan hadiah di masa depan yang bahkan di luar bayangan kita sebelumnya

Begitu pun dengan hal-hal yang menyakitkan
Perih, duka, air mata, penderitaan
Rasanya, ingin saja pergi dari dunia ini! Tetapi kita tak bisa...
Waktu kita bukan waktu Tuhan...
Dia ingin mengasah dan memurnikan kita seperti emas
Bukan saja karena perapian yang memurnikan emas itu,
tetapi Sang Pemurni itu sendiri yang memegang kendali
Bersyukurlah kita berada di tangan Sang Pemurni yang tepat

Kadang kita berjalan, kadang kita berlari, bahkan kadang kita tergopoh-gopoh
Tetapi teruslah maju
Teruslah melangkah maju

Tak ada pilihan lain
tak ada pilihan yang membuat kita menyerah
Yang ada hanyalah, mengingatkan kita untuk berserah

Apapun pergumulan dan persoalan yang sedang kita alami saat ini
Ingatlah betapa beruntungnya kita dapat melewati persoalan sebelumnya
Ingatlah betapa dahsyat Tuhan yang menyertai kita sampai saat ini
Kita masih bernafas!
Kita masih dapat menjalani hidup ini

Badai pasti berlalu. Segala sesuatu ada masanya.
Air mata akan digantikan dengan sukacita yang tak terkatakan

Bagi yang saat ini, sampai saat ini menantikan jawaban Tuhan
yang merasakan, ah tak kunjung menemukan jalan keluar
jangan putus asa! putus asa bukan pilihan!
Ingatlah, ada Tuhan yang bersamamu dan menguatkanmu
untuk menghadapi setiap tantangan
Jangan takut, Tuhan selalu bersama dengan kita :)

Ketika kita mengandalkan diri kita sendiri, kita tidak akan sanggup.
Ketika kita mengandalkan Tuhan, Dia yang akan memampukan kita.

Salah satu cita-citaku sejak kecil, yang sampai saat ini, masih terlintas di benakku.
Seperti gambar di atas, sejujurnya itu adalah cita-citaku sejak kecil. Menjadi hamba Tuhan dengan melayani jemaat.
Hmm... kita gak tahu ya, tugasku saat ini ikut jalan dari Tuhan
Terus berdoa dan berusaha.
Setiap jalan yang terbuka di hadapanku, kuikuti dan biarlah Tuhan yang pimpin.

"TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya:"
Mazmur 37:23

PadaNya, kita berserah, berharap, bergantung.
PadaNya, ada damai sejahtera. Yang meskipun di tengah ombak yang mengamuk,
Dia yang menenangkan.

Sumber Kekuatan yang tak tertandingi, Dialah Allah yang Mahatinggi!
#SoliDeoGloria

Read Another Post : Selamat Datang di Rimba Sesungguhnya